Gunung Bromo

Jan 2nd, 2017 | By ndoys | Category: Newest Post, Senggang
Untuk menikmati keindahan kawah Bromo – yang berasal dari kata Brahma, yaitu salah satu dewa  dalam kepercayaan Hindu, ada dua perjalanan yang bisa dilakukan:
1. Naik gunung Penanjakan untuk menikmati keindahan mistikal kawah Bromo berlatar matahari terbit
2. Berkunjung ke kawah Bromo itu sendiri.
Perlengkapan yang harus disiapkan untuk memulai perjalanan ke Pananjakan adalah:
1. Thermal underwear atau longjohn
2. Kupluk
3. Sarung tangan
4. Jaket tebal
5. Kaos kaki tebal
6. Sepatu keds atau sepatu gunung yang tidak licin
7. Senter
8. Kamera
9. Uang cash
Karena musim liburan dan wisatawan yang ingin berkunjung membludak,  perjalanan ke gunung Pananjakan dimulai jam 2 pagi. Kalau bukan musim liburan sih bisa berangkat jam 3 pagi. Alasannya supaya hardtop yang kami tumpangi bisa mendapat parkir sedekat mungkin dengan tempat view di Pananjakan yang telah disediakan. Dan juga agar kami bisa menempati tempat dipinggir sedekat mungkin dengan pagar agar bisa mendapat view terbaik.
Atas informasi supir hardtop, sekitar 700 unit hardtop disediakan untuk mengangkut wisatawan yang datang dari arah Pasuruan. Sekitar 500 unit lagi dari Probolinggo dan Malang. 1 unit hardtop bisa menampung 5 orang, maksimal 8 orang.
Setelah setengah jam perjalanan berkelok-kelok dan sedikit ajrut-ajrutan dari penginapan ke Pananjakan, hardtop kami parkir di pinggir jalan. Harap diingat plat atau ciri khas hardtop supaya tidak tertukar dengan yang lain.
Kami pun berjalan menanjak sekitar 100-200 mtr. Berhenti sebentar di warung pinggir jalan untuk sekedar menikmati jagung bakar,  pisang goreng, teh manis hangat, dan air jahe. Di warung itu juga tersedia suvenir kaos, kupluk, dll bernuansa Bromo. Sebaiknya ke kamar kecil dulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Pananjakan, karena pulangnya WC amat sangat antri. Kamar kecilnya tersedia di warung dan dikenakan biaya 3000.
Kami lanjutkan perjalanan gelap gulita hanya diterangi senter. Tak lama kami sampai di tempat view yang sudah dipadati pengunjung. Kami pun beralih ke sebelah kanan yang ternyata lebih sepi pengunjung. Karena sunrise masih sekitar 2 jam lagi, kami menyewa matras atau tikar seharga 20 ribu. Lalu kami duduk-duduk dan berbaring berselimutkan sarung bag :)
Jam 5 matahari sudah berangsur terbit, kami pun segera mengeluarkan kamera dan mengabadikan keindahan kawah Bromo dan gunung-gunung sekitarnya. Tak lupa selfie untuk bukti diri bahwa kita pernah ke Bromo.

Gunung Bromo saat matahari terbit dilihat dari Pananjakan

Setelah berfoto, kami segera kembali ke tempat parkir hardtop, dan melanjutkan perjalanan ke laut pasir, yaitu area luas sekitar kawasan Bromo yang berpasir. Di sana kami bisa berfoto dengan hardtop, kuda, latar belakang kawah Bromo, gunung Batok.
Di laut pasir,  untuk mencapai kawah Bromo dari tempat parkir hardtop pertama-tama harus ke bawah tangga dahulu, bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau naik kuda sejauh 2 km. Saya pilih naik kuda. Biayanya 150 ribu dari parkiran ke bawah tangga Bromo bolak-balik. Perlu diketahui, perjalanan ini mula-mula rata, kemudian mulai sempit menanjak dan tidak merata sehingga diperlukan keahlian keseimbangan saat naik kuda.
Di bawah tangga, turun dari kuda dan mulai berjalan dan menaiki tangga setara sekitar 7 lantai. Tangganya hanya cukup untuk 1 line naik dan 1 line turun. Di sebelah tangga ada line untuk hiking.  Di tangga mengantri karena tempat di atas terbatas. Benar saja, untuk melihat keindahan kawah Bromo dari bibir kawah, tempatnya super sempit, jadi harus bergantian. Di sebelah depan ada kawah dibatasi pagar setinggi paha orang dewasa, di belakang sudah lereng terjal. Jadi harus ekstra hati-hati di atas sana. Setelah berfoto, langsung turun tangga dan kembali berkuda ke area parkir.

Kawah Bromo

Antara tempat parkir dan tangga kawah, di laut pasir, terdapat Pura, dimana berdasarkan informasi dari pawang kuda, masyarakat Hindu di sana menaruh sesajen yang disiapkan pada hari Jumat manis tanggalan Jawa. Ada juga sesajen yang dibawa untuk ditaruh di kawah Bromo dan gunung Batok.

Laut Pasir Bromo

Artikel Terkait:

  1. Prosedur Pembuatan SIM Jika SIM Hilang
  2. Blog Sebagai Personal Branding
  3. Tips Membuat Tempat Kerja Lebih Nyaman
  4. Tips Menghindari Perceraian
  5. Studi Kasus Viral Marketing: Permen Karet Stride


Leave Comment