Anak Dua Tahun Bicara Kurang Jelas

Sep 22nd, 2016 | By ndoys | Category: Ibu dan Anak, Newest Post

Anakku yang kedua di usianya yang kedua sudah memiliki jumlah kata yang dapat dikategorikan normal, yaitu 50 kata. Namun demikian, dalam berbicara pengucapan kata-katanya banyak yang masih belum jelas, misalnya kata “mobil” diucapkan “acih”, “bola” jadi “bah”, kodok jadi”kadah”, kelinci jadi “cicici”. Meski ada juga kata-kata yang diucapkan dengan jelas, seperti “Bubu, Papa, Teteh, Abah, Momo (nama saudaranya), dll.”

Akhirnya kami memutuskan untuk berkonsultasi ke klinik Pela 9, klinik khusus tumbuh kembang anak. Saat melakukan pendaftaran via telepon, saking penuhnya kami baru dapat jadwal di bulan berikutnya karena yang pertama harus dilakukan adalah assessment oleh dokter neurolog anak dan psikolog.

Assessment oleh dokter neurolog anak dan psikolog

Saat konsultasi, anak diajak main oleh psikolog sambil diamati.

Anak diminta memasang bentuk-bentuk atau warna-warna dan juga disodorkan beberapa gambar. Anak juga ditanya pertanyaan sederhana seperti: “Sepeda yang mana? Mobil yang mana? Yang lagi mandi mana? Yang lagi main?”

Beberapa hal yang ditanyakan oleh dokter diantaranya: Sudah bisa naik turun tangga sendiri tanpa pegangan? Sudah bisa ngomong berapa kata? (Untuk anak 2 tahun sebaiknya sudah bisa di atas 50 kata). Dikasih instruksi 2 layer apakah mengerti? Misalnya, tolong ambil bola terus simpan di kotak. Anak juga diminta untuk menjulurkan lidah.

Kesimpulan yang didapat dari hasil konsultasi tadi adalah tidak ada gangguan neurolog hanya artikulasi saja yang tidak jelas karena masalah oromotor. Hal ini disebabkan salah satunya oleh kurangnya stimulasi. Memang sejak usia 1 tahun kami sudah memberikan gadget dan sering membiarkannya asyik sendiri. Kami tidak menyadari bahwa ini menghambat perkembangan bicaranya. Dan memang akhir-akhir ini banyak sekali kasus keterlambatan bicara pada anak.

Nah, kalau kondisi ini dibiarkan, memang kemampuan bicara anak tetap akan berkembang, namun tidak maksimal. Ia bisa-bisa mencadi cadel dan ini bisa mengganggu konsep dirinya. Contohnya, ia akan dijauhkan oleh teman-temannya yang tidak mengerti ucapannya. Pernah kami mendengar salah satu temannya bilang, “Kamu ngomong apa sih?” menanggapi ucapan anakku yang kurang jelas, dan itu membuatnya sedih. :(

Dalam kasus anakku, tindakan yang harus dilakukan adalah menjalani terapi wicara 2 kali seminggu. Saat itu biaya per kedatangan di Pela 9 adalah Rp. 160.000. Tentunya ini tidak termasuk biaya assessment sebelumnya.

Beberapa poin penting yang perlu diperhatikan:

- Semakin cepat diintervensi (mengikuti terapi), perkembangan anak akan cepat membaik. Jadi orang tua harus cermat mengamati perkembangan anak. Jika terlihat ada keterlambatan perkembangan, segera bawa ke ahli tumbuh kembang anak.

- Gadget sebaiknya tidak diberikan untuk anak dibawah 2 tahun. Di atas 2 tahun bermain gadget pun harus dibatasi jangan sampai berjam-jam. Selain kurangnya stimulasi komunikasi, juga tidak baik untuk kesehatan mata dan motorik halus maupun motorik kasarnya. Kalaupun sedang bermain gadget harus sambil didampingi sambil terus diajak berinteraksi, misalnya sambil ditanya “Mobilnya ada warna apa aja? Bagaimana cara mainnya? Ajarin dong!”

- Untuk gangguan oromotor atau artikulasi tidak jelas, jangan menggunakan bilingual atau 2 bahasa karena mempersulit anak berlatih bicara.

- Nonton tv boleh tapi pilihan acaranya sebaiknya yang bercakap-cakap menggunakan bahasa sesuai dengan bahasa sehari-hari agar mudah ditangkap anak. DAMPINGI ANAK MENONTON TV sambil diceritakan dengan antusias dan ajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menstimulasi anak memahami konsep sambil melatih bicara.

PENTING: Kalau pengucapan anak salah, JANGAN DISALAHKAN, dengan mengatakan “bukan gituuu, Moobil!” Tapi yang harus dilakukan adalah DIPERTEGAS, “ooo mooobiil..”

Alhamdulillah setelah mengikuti terapi wicara selama 6 bulan, artikulasi bicara anakku pesat kemajuannya. Dia akhirnya bisa dengan jelas mengucapkan huruf PBM, TDN.

Berikut milestone perkembangan bicara anakku:

2 thn 6 bln bisa akhiran M yeay!
“Enaammmm!” (sebelumnya diucapkan “enah”)

2 thn 8 bulan bisa memonyongkan mulut yeay!
“Uuuuu”
Lucu sekali, karena baru pandai memonyongkan mulut, ia monyong-monyong teruss! :D

2thn 10bln bisa akhiran N yeay!
“Makannn”, “Nininnnn”, “Nontonnnn”, “Aiyenmennn” (ironman), “Bannnn” (sebelumnya, akhiran N diucapkan M, misalnya “Ban” jadi “Bam”)

3 thn hampir jelas huruf S di depan:
Kalau ditanya namanya siapa, ia akan menjawab “SSScadik” (Shadiq)

3 thn 2 bulan masih struggling dg huruf F, NG dan G
Odah (ngga)
Lejo marjel (lego marvel)
Janan (jangan)
Bunah (bunga)
Banet (banget)

3 tahun sdh bisa baca semua huruf A sampai Z, meskipun pronunciationnya belum semua benar.

3 thn 2 bulan sdh bisa baca
BA BI BU BE BO
BABA BUBU BIBI BOBO BABO

PA PI PU PE PO
PAPA PIPI PEPI

Artikel Terkait:

  1. Cara Mudah dan Cepat Mengenalkan Warna pada Anak
  2. Pengalaman dan Tips Menyapih
  3. Makan Diemut Karena Alergi
  4. Ide Permainan untuk Anak Umur 6 Bulan Lebih
  5. Merubah Kebiasaan Bayi Tidur Digendong


One comment
Leave a comment »

  1. [...] sebelumnya aku berbagi kisah mengenai anak dua tahun yang berbicara kurang jelas, di sini aku akan menceritakan pengalaman dalam menemani anakku mengikuti terapi wicara untuk [...]

Leave Comment