Pulau Bidadari, Pulau Seribu

Sep 9th, 2015 | By ndoys | Category: Newest Post, Senggang

Hari Minggu lalu liburan kami isi dengan wisata ke Pulau Bidadari. Kami menyewa speed boat untuk keluarga kami sendiri seharga 3 juta untuk pulang pergi dari dermaga ancol ke pulau Bidadari.

Speed boatnya cukup luas dan bisa memuat 20 orang, tapi untuk kenyamanan sebaiknya jumlah penumpang tidak lebih dari 15 orang. Di dalam terdapat TV lengkap dengan DVD player. Speedboat dilengkapi juga dengan AC sehingga terasa sejuk didalamnya.

Karena boat kami sewa sendiri, kami bisa menentukan waktu berangkat dan pulang sesuka hati. Saat itu kami memutuskan untuk berangkat jam 9.30 dari Dermaga 16 di Marina Ancol.

Perjalanan ke Pulau Bidadari memakan waktu kurang dari setengah jam. Ayunan ombak cukup membuat mabuk. Tips agar tidak mabuk arahkan pandangan ke lautan dan jangan menunduk. Boleh juga sebelum berangkat minum antimo cair dulu yang bisa dibeli di mini market atau apotik. Antimo ada juga versi untuk anak-anak lho.


Setibanya di Pulau Bidadari, kami membeli voucher makan seharga Rp. 250.000 untuk satu kali makan buffet. Kami dipersilahkan makan sekitar jam 11.30. Menu makan siangnya nasi putih, sop, ayam mentega kecap, capcay dan cumi tepung, kerupuk udang serta buah-buahan. Rasanya cukup enak namun tidak terlalu istimewa. Air minum yang disediakan hanya air dingin, tidak termasuk teh, kopi atau pun jus.


Pulau Bidadari cukup bersih dan terawat. Banyak pepohonan membuat udara menjadi sejuk dan terlindung dari sinar terik matahari. Kita juga bisa menempati dan beristirahat di saung-saung yang disediakan untuk pengunjung. Di sana juga ada cottage untuk menginap.


Pasirnya semi putih, tapi agak berkerikil. Pemandangannya indah dengan lautan biru, menghadap ke Jakarta, masih bisa terlihat samar-samar gedung tinggi di seberang. Mengelilingi Pulau Bidadari dengan berjalan santai sambil foto-foto memakan waktu kurang dari 1 jam. Di sini ada berbagai macam patung bidadari dan tentara. Ternyata pulau itu juga memiliki benteng peninggalan jaman penjajahan. Tak sangka kita bertemu dua ekor biawak liar di sana.

Fasilitas di Pulau Bidadari cukup lengkap, selain restoran mereka memiliki antara lain kolam renang kecil, net voli, ayunan, jungkat-jungkit. Di pulau ini ada juga banana boat dan jetski, tapi kami tidak mencobanya.

Jika ke sana, jangan lupa membawa sun block, topi, kacamata hitam, bola, snacks, dan minuman dingin. Bisa juga membawa hammock untuk tidur siang sambil menikmati semilirnya angin pantai.

Kami pun pulang ke Jakarta sekitar jam 1 setelah kenyang makan siang.

Overall it’s a nice getaway dan cukup sepi. Pulau ini mulai ditinggalkan wisatawan karena biayanya yang cukup mahal. Sepertinya mereka lebih memilih untuk berwisata ke pulau-pulau lain yang lebih jauh namun lebih indah dan bersih.

Artikel Terkait:

  1. Prosedur Pembuatan SIM Jika SIM Hilang
  2. Blog Sebagai Personal Branding
  3. Tips Membuat Tempat Kerja Lebih Nyaman
  4. Ruang Bayi di Kantor
  5. Studi Kasus Viral Marketing: Permen Karet Stride


Leave Comment