Prosedur Pembuatan SIM Jika SIM Hilang

Aug 24th, 2014 | By ndoys | Category: Newest Post, Senggang

Minggu lalu aku mendapat musibah kecurian dompet di Bintaro XChange Mall ketika sedang melihat-lihat barang. Memang salahku menggantung tas di stoller bayi. Ini pengalaman bagiku untuk tidak lengah sedikit pun terhadap barang berharga.

Akibatnya dompet hilang beserta semua isinya: KTP, SIM, 2 kartu ATM dan 2 kartu kredit. Ketika mau melakukan pembayaran, aku baru sadar kalau dompetku tidak ada di tas. Aku langsung melakukan pemblokiran kartu kredit dan kartu ATM, tapi ternyata sudah ada transaksi sebesar Rp. 900 ribuan di Alfamart Bintaro. Ternyata si pencuri tidak mau buang-buang waktu dan langsung menggunakan kartu kreditku :(

Singkat cerita, aku langsung melaporkan kehilangan ke kantor polisi terdekat. Lalu mendapat surat kehilangan sebanyak 7 rangkap lengkap dengan tanda tangan dan cap kepolisian.

Sebenarnya pembuatan surat kehilangan tidak dikenakan biaya. Tetapi waktu aku tanya biaya pembuatan surat kehilangan berapa, si petugas bilang, “Terserah saja.” Jadi aku berikan saja sejumlah uang.

Kemudian besoknya aku langsung meluncur ke Bandung untuk mengurus kartu-kartu yang hilang.

Yang diperlukan untuk mengurus SIM yang hilang adalah:

1. Surat Kehilangan SIM
2. KTP Asli Jika KTP tidak ada, bisa diganti dengan Kartu Keluarga Asli (untuk diperlihatkan saja, dan tidak untuk diserahkan) dan 1 lembar copy Kartu Keluarga
3. 1 lembar copy KTP
4. Print out data SIM: minta di loket 5, dan dilegalisir di loket 8
5. Surat Keterangan sehat dari dokter

Awalnya aku ke SIM Outlet yang di BTC Pasteur. Datang jam 7, menulis absen di samping pintu masuk yang masih tutup, dan mendapat urutan 2. Saya sudah standby di depan pintu tapi sampai jam 9.30 belum dibuka saja, ternyata orang-orang sudah mengantri untuk TES KESEHATAN DI BELAKANG SIM OUTLET. Lokasi tes kesehatan tidak diinformasikan , jadi saya sia-sia datang pagi dan menunggu di depan pintu SIM Outlet. Toh setelah melalukan tes kesehatan, masuk ke dalam SIM Outletnya harus mengantri lagi. Isi tes kesehatan adalah pengelihatan (baca huruf-huruf kecil), tes buta warna, cek tensi darah. Biayanya Rp. 40.000 Foto kesehatan

Kemudian saya mengantri masuk ke dalam SIM Outlet untuk mendapat form isian, ternyata kata petugas di sana masih ada dokumen yang kurang, yaitu print out data bahwa pernah memiliki SIM. Fasilitas print out data hanya ada di Loket 5 Jalan Jawa atau bisa juga di Polres Batu Nunggal, TIDAK ADA FASILITAS PRINT OUT DATA DI SIM OUTLET BTC.

Akhirnya saya langsung meluncur ke Jalan Jawa karena permohonan pembuatan SIM ditutup jam 11.30.

Sampai di Jalan Jawa, saya langsung ke Loket 5, lokasinya di gedung pertama pintu pertama sebelah kiri. Pastikan mendapatkan print out yg terbaru, dan pastikan tertera nomor SIMnya. Karena saya terakhir perpanjangan SIM di BTC, jadi nomor SIM memang tidak akan keluar di print out terakhir. Jadi saya harus minta printout lagi data lama yang memang ada nomor SIMnya. Foto Loket 5

Setelah mendapatkan print out data yang diprint di atas kertas besar, saya diminta ke Loket 8, yaitu loket arsip untuk ditanda tangan dan dicap. Lokasi Loket 8 ada di bagian belakang gedung, harus menyeberangi lapangan tes mengemudi.

Setelah itu saya ke Loket Asuransi membayar Rp 30.000.

Lalu ke Loket 1 bagian PERPANJANGAN SIM, menyerahkan copy Kartu Keluarga, copy KTP, print out data SIM, dan surat kesehatan.

Kemudian saya diminta ke Loket BRI untuk melakukan pembayaran cash sebesar Rp. 82.000 yang terdiri dari biaya perpanjangan SIM A Rp. 80.000 dan Rp. 2.000 untuk PMI.

Lalu saya diminta ke loket 6A untuk difoto, disini berkas tidak urut dan saya harus menunggu selama 1 jam untuk foto. Sambil menunggu difoto, saya diminta untuk mengisi form biru, lalu setelah diisi bisa langsung serahkan lagi kepada petugas atau taruh di sebelah meja foto.

Satu jam kemudian saya dipanggil, diminta untuk tandatangan di kotak kecil berisi kertas putih, lalu dibacakan data-data diri untuk konfirmasi. Dengarkan baik-baik karena masih saja ada kesalahan ketik. Lalu difoto.

Selesai difoto, saya diminta menunggu di Loket 7, lokasinya di sebelah Loket 5 tempat saya pertama print out data. Jadi saya kembali lagi ke gedung depan. Tidak sampai 5 menit, saya dipanggil dan SIM baru sudah di tangan.

TIDAK USAH PAKAI CALO, insyaAllah semua berjalan lancar. Komen saya untuk perbaikan ke depan adalah: Berikan informasi yang jelas di depan dan di website untuk segala jenis permohonan dan kondisi (misalnya prosedur jika SIM hilang, atau KTP bisa diganti dengan dokumen apa, tes kesehatan bisa dilakukan dimana saja, dll), sehingga pemohon tidak perlu bertanya-tanya lagi. Juga, untuk proses pengambilan foto masih agak lambat dan kurang efektif, sebaiknya ditingkatkan lagi. Lebih baik juga jika ada ruang khusus untuk tes kesehatan sehingga pemohon tidak perlu repot keluar untuk cari puskesmas terdekat.

Terima kasih bapak dan ibu polisi yang baik hati, sekarang saya bisa menyetir lagi :)

Artikel Terkait:

  1. Blog Sebagai Personal Branding
  2. Tips Membuat Tempat Kerja Lebih Nyaman
  3. Ruang Bayi di Kantor
  4. Tips Menghindari Perceraian
  5. Studi Kasus Viral Marketing: Permen Karet Stride


Leave Comment