Makna Haji (4)

Jun 29th, 2011 | By ndoys | Category: HAJI, Inspirasi, Newest Post

Dan Ali Zainal Abidin bertanya lagi:
+ “Apakah Anda telah melewati kedua bukit al-Alamain dan mengerjakan dua rakaat shalat sebelumnya; dan setelah itu meneruskan perjalanan ke Muzdalifah, memungut batu-batu di sana, kemudian melewati Masy’arul-Haram?”
- “Ya.”
+ “Dan ketika shalat dua rakaat, adakah Anda meniatkannya sebagai shalat syukur pada malam menjelang tanggal sepuluh Dzulhijjah, dengan mengharapkan tersingkirnya segala kesulitan serta datangnya segala kemudahan?”
- “Tidak.
+ “Dan ketika lewat di antara kedua bukit itu dengan sikap lurus tanpa menoleh ke kanan atau ke kiri, adakah saat itu Anda meneguhkan niat untuk tidak tergeser dari agama Islam, agama yang haq, baik ke arah kanan ataupun ke arah kiri, tidak dengan hatimu, tidak pula dengan lidahmu ataupun dengan semua gerak-gerik anggota tubuhmu yang lain?”
- “Tidak.”
+ “Dan ketika meuju ke Muzdalifah dan memungut batu-batu di sana, adakah Anda berniat membuang jauh-jauh dari dirimu segala macam maksiat dan kejahilan terhadap Allah SWT sekaligus menguatkan dirimu untuk mengejar ilmu dan amal yang diridhai Allah?”
- “Tidak.”
+ “Dan ketika melewati Masy’arul-Haram adakah Anda mengisyaratkan pada diri Anda sendiri agar bersyiar seperti orang-orang yang penuh takwa dan takut pada Allah Azza wa Jalla?
- “Tidak.”
+ “Kalau begitu Anda tidak melewati ‘Alamain, tidak shalat dua rakaat, tidak berjalan ke Muzdalifah, tidak memungut batu-batu di sana dan tidak pula lewat Masy’arul-Haram.”

Dan beliau melanjutkan:
+ “Wahai Syibli, apakah Anda telah mencapai Mina, melempar Jumrah, mencukur rambut, menyembelih korban, bershalat di Masjid Khaif, kemudian kembali ke Makkah dan mengerjakan tawaf Ifadhah?
- “Ya wahai putera Nabi Allah.”
+ “Ketika Anda sampai di Mina dan melempar Jumrah, adakah Anda berketetapan hati bahwa Anda kini telah sampai ke tujuan dan bahwa Tuhanmu telah memenuhi untukmu segala hajatmu?”
- “Tidak.”
+ “Dan pada saat melempar Jumrah, adakah Anda meniatkan dalam hati bahwa dengan itu Anda melempar musuh bebuyutanmu, yaitu Iblis serta memeranginya dengan telah disempurnakannya ibadah hajimu yang amat mulia itu?”
- “Tidak”
+ “Dan pada saat mencukur rambut adakah Anda berketetapan hati bahwa dengan itu Anda telah mencukur dari dirimu segala kenistaan; dan bahwa Anda telah keluar dari segala dosa-dosa seperti ketika baru lahir dari perut ibumu?”
- “Tidak.”
+ “Dan ketika shalat di Masjid Khaif, adakah Anda berniat untuk tidak memiliki perasaan khauf (takut) kecuali kepada Allah SWT serta dosa-dosamu sendiri? Dan bahwa Anda tiada mengharapkan sesuatu kecuali rahmat Allah SWT?”
- “Tidak.”
+ “Dan pada saat memotong hewan korban adakah Anda berniat memotong urat-urat ketamakan dan kerakusan dan berpegang kepada sifat wara’ yang sesungguhnya? Dan bahwa Anda mengikuti jejak Nabi Ibrahim as. yang rela memotong leher putera kecintaannya, buah hatinya dan penyegar jiwanya, agar menjadi teladan bagi manusia sesudahnya, semata-mata demi mengikuti perintah Allah SWT?”
- “Tidak.”
+ “Dan ketika kembali ke Makkah, dan mengerjakan tawaf Ifadhah, adakah Anda meniatkan berifadhah dari pusat rahmat Allah, kembali kepada kepatuhan terhadap-Nya, berpegang teguh pada kecintaan kepada-Nya, menunaikan segala perintah-Nya serta bertaqarrub kepada-Nya?”
- “Tidak.”
+ “Kalau begitu, Anda tidak mencapai Mina, tidak melempar Jumrah, tidak mencukur rambut, tidak menyembelih korban, tidak mengerjakan manasik, tidak bershalat di Masjid Khaif, tidak bertawaf ifadhah, dan tidak pula mendekat kepada Tuhanmu. Kembalilah… kembalilah! Sebab Anda sesungguhnya belum menunaikan haji Anda.”

Mendengar itu Syibli menangis tersedu-sedu, meratap, dan menyesali segala sesuatu yang telah dilakukannya dalam masa hajinya. Dan semenjak saat itu ia giat memperdalam ilmunya sehingga pada tahun berikutnya ia kembali mengerjakan haji dengan makrifah (ilmu yang lebih sempurna) serta keyakinan penuh.

Dikutip dari buku “Cara Memperoleh Haji Mabrur – Tuntunan Ahlul Bait Nabi dalam Manasik Haji, Umrah dan Ziarah Madinah

(Photo courtesy of themeaningofislam.org)

Makna Haji (1)

Makna Haji (2)

Makna Haji (3)

Artikel Terkait:

  1. Makna Haji (3)
  2. Makna Haji (2)
  3. Makna Haji (1)
  4. Tidur Ketika Puasa Adalah Ibadah
  5. Siapakah Aku?


Leave Comment