Makna Haji (3)

Jun 29th, 2011 | By ndoys | Category: HAJI, Inspirasi, Newest Post

Beliau melanjutkan lagi:
+ “Apakah Anda telah mendatangi dan memandangi sumur zamzam dan minum airnya?”
- “Ya.”
+ “Apakah Anda pada saat memandangnya berniat menunjukkan pandangan Anda kepada semua bentuk kepatuhan kepada Allah, serta memejamkan mata terhadap setiap maksiat kepada-Nya?”
- “Tidak.”
+ “Kalau begitu, Anda tidak memandangnya dan tidak pula minum airnya.”

Selanjutnya beliau bertanya lagi:
+ “Apakah Anda telah mengerjakan Sa’i antara Shafa dan Marwah dan berjalan pulang-pergi antara kedua bukit itu?”
- “Ya benar wahai Imam.”
+ “Dan pada saat itu, adakah Anda menempatkan diri Anda di antara harapan akan rahmat Allah dan ketakutan menghadapi azab-Nya?”
- “Tidak.”
+ “Kalau begitu Anda tidak mengerjakan Sa’i dan tidak berjalan pulang-pergi antara keduanya.”

Lalu beliau bertanya lagi:
+ “Adakah Anda pergi ke Mina?”
- “Ya.”
+ “Ketika itu, adakah Anda menguatkan niat akan berusaha sungguh-sungguh agar semua orang selalu aman dari gangguan lidah, hati serta tangan Anda sendiri?”
- “Tidak.”
+ “Kalau begitu Anda belum pergi ke Mina. Lalu Anda juga telah wukuf di Arafah, mendaki Jabal Rahmah, mengunjungi Wadi Namirah serta menghadapkan doa-doa kepada Allah SWT di bukit-bukit al-Shakharat?”
- “Ya, benar.”
+ “Ketika berdiri dan wukuf di Arafah, adakah Anda dalam kesempatan itu benar-benar menghayati makrifat akan kebesaran Allah SWT serta mendalami pengetahuan tentang hakikat ilmu yang akan menghantarkanmu kepada-Nya? Dan apakah ketika itu Anda menyadari benar-benar betapa Allah Yang Maha Mengetahui meliputi segala perbuatan, perasaan serta kata-kata hati sanubari Anda?”
- “Tidak.”
+ “Dan ketika mendaki Jabal Rahmah, adakah Anda sepenuhnya mendambakan rahmah Allah bagi setiap orang Mukmin serta mengharapkan bimbingan-Nya atas setiap orang Muslim?”
- “Tidak.”
+ “Dan ketika berada di Wadi Namirah, adakah Anda berketetapan hari untuk tidak memerintahkan sesuatu yang makruf sebelum Anda memerintahkannya pada diri Anda sendiri? Dan tidak melarang seseorang melakukan sesuatu sebelum Anda melarang diri sendiri?”
- “Tidak.”
+ “Dan ketika berdiri di bukit-bukit di sana adakah Anda menyadarkan diri bahwa tempat itu menjadi saksi atas segala kepatuhan kepada Allah, dan mencatatnya bersama-sama Malaikat pencatat, atas perintah Allah, Tuhan sekalian lelangit?”
-“Tidak.”
+ “Kalau begitu, Anda tidak berwukuf di Arafah, tidak mendaki Jabal Rahmah, tidak mengenal Wadi Namirah dan tidak pula berdoa di tempat-tempat itu.”

(Photo courtesy of ahram.org.eg)

Makna Haji (1)

Makna Haji (2)

Makna Haji (3)

Makna Haji (4)

Artikel Terkait:

  1. Makna Haji (2)
  2. Makna Haji (1)
  3. Sabar Menghadapi Macetnya Jakarta
  4. Tidur Ketika Puasa Adalah Ibadah
  5. Siapakah Aku?


Leave Comment