Makna Haji (2)

Jun 29th, 2011 | By ndoys | Category: HAJI, Inspirasi, Newest Post

Kemudian Imam Ali Zainal Abidin melanjutkan:
+ “Bukankah Anda telah memasuki miqat, lalu shalat ihram dua rakaat dan setelah itu mulai menyerukan talbiah?”
- “Ya, benar wahai Imam.”
+ “Apakah ketika memasuki miqat, Anda meniatkannya sebagai ziarah menuju keridhaan Allah SWT?”
- “Tidak ya Imam.”
+ “Dan ketika shalat ihram dua rakaat, adakah Anda berniat mendekatkan diri dan bertaqarrub pada Allah dengan mengerjakan suatu amal yang paling utama di antara segala macam amal, yaitu shalat yang juga merupakan kebaikan utama di antara kebaikan-kebaikan yang dikerjakan oleh hamba-hamba Allah SWT?”
- “Tidak.”
+ “Kalau begitu Anda tidak memasuki miqat, tidak bertalbiah dan tidak shalat ihram dua rakaat.”

Imam Ali Zainal Abidin melanjutkan:
+ “Apakah Anda telah memasuki Masjid al Haram, dan memandang Ka’bah serta shalat di sana..?”
- “Benar ya Imam.”
+ “Ketika memasuki Masjid al-Haram, adakah Anda berniat mengharamkan atas diri Anda segala macam penggunjingan terhadap diri kaum Muslimin?”
- “Tidak.”
+ “Kalau begitu Anda tidak memasuki Masjid al-Haram, tidak memandang Ka’bah dan tidak pula bershalat di sana.”

Beliau melanjutkan:
+ “Apakah Anda telah bertawaf mengelilingi Ka’bah Baitullah dan telah menyentuh rukun-rukunnya?”
- “Ya, wahai putera Rasulullah.”
+ “Pada saat bertawaf, adakah Anda berniat berjalan dan berlari menuju keridhaan Allah Yang Maha Mengetahui segala yang ghaib dan tersembunyi?”
- “Tidak.”
+ “Kalau begitu, Anda tidak bertawah mengelilingi Ka’bah Baitullah, dan tidak menyentuh rukun-rukunnya.”

Dan beliau melanjutkan:”
+ “Apakah Anda juga telah berjabatan tangan dengan Hajar Aswad dan berdiri shalat di tempat maqam Ibrahim?”
- “Ya.”
Mendengar jawaban itu, Ali Zainal Abidin tiba-tiba berteriak, menangis dan meratap dengan suara merawankan hati seperti hendak meninggalkan hidup ini, seraya berucap:
“Oh… oh… Barangsiapa berjabat tangan dengan Hajar Aswad, seakan-akan ia berjabat tangan dengan Allah SWT. Oleh karena itu ingatlah baik-baik wahai insan yang merana dan sengsara, janganlah sekali-kali berbuat sesuatu yang menyebabkan engkau kehilangan kemuliaan agung yang telah kau capai, dan membatalkan kerhormatan itu dengan pembangkanganmu terhadap Allah dan mengerjakan yang diharamkan-Nya sebagaimana yang dilakukan oleh mereka yang bergelimang dalam dosa-dosa.”

Kemudian Imam Ali Zainal Abidin melanjutkan:
+ “Ketika berdiri di maqam Ibrahim, adakah Anda mengukuhkan niat untuk tetap berdiri di atas jalan ketaatan kepada Allah dan meninggalkan jauh-jauh segala maksiat?”
- “Tidak.”
+ “Dan ketika shalat dua rakaat di maqam Ibrahim, adakah Anda berniat mengikuti Nabi Ibrahim As. Dalam shalat beliau serta menentang segala bisikan syetan?”
- “Tidak.”
+ “Kalau begitu, Anda tidak berjabat tangan dengan Hajar Aswad, tidak berdiri di maqam Ibrahim dan tidak pula shalat dua rakaat di dalamnya.”

(Photo courtesy of alhajj.tv)

Makna Haji (1)

Makna Haji (2)

Makna Haji (3)

Makna Haji (4)

Artikel Terkait:

  1. Makna Haji (1)
  2. Sabar Menghadapi Macetnya Jakarta
  3. Tidur Ketika Puasa Adalah Ibadah
  4. Qana’ah
  5. Siapakah Aku?


Leave Comment