Pentingnya Bahasa Isyarat Bayi Untuk Komunikasi

Mar 25th, 2011 | By ndoys | Category: Ibu dan Anak, Newest Post

Cobalah iseng-iseng tanya pada bayi Anda di saat umurnya 8 bulan ke atas, “Bola mana?” “Anjing mana?” jangan kaget kalau ia menunjuk dengan tepat! Jadi selama ini ia mengerti apa yang kita bicarakan, meskipun belum bisa mengucapkannya.

Bayi memiliki kontrol terhadap tangannya jauh sebelum mereka mengembangkan kemampuan motorik halus yang dibutuhkan untuk berbicara. Mengajarkan bayi bahasa isyarat tangan atau sign language adalah cara yang sangat bagus untuk membantunya berkomunikasi sebelum ia bisa bicara. Menggunakan bahasa isyarat memungkinkan bayi mengekspresikan hal-hal yang belum bisa mereka utarakan secara verbal. Juga menghindari rasa frustasi yang mungkin terjadi jika orang tua tidak juga mengerti apa yang ingin mereka sampaikan. Jika Anda masih bingung, sebenarnya melambaikan tangan atau kiss-bye pun merupakan salah satu bahasa isyarat.

Kebanyakan bayi memiliki keterampilan fisik dan kemampuan kognitif untuk mempelajari beberapa bentuk bahasa isyarat sejak umur 8 bulan. Namun tidak ada batas waktu kapan Anda bisa mulai mengajarkan bahasa isyarat pada bayi. Umur yang terbaik untuk mulai mengajarkan bahasa isyarat adalah ketika bayi 6 atau 7 bulan. Dan sebagian bayi mulai menggunakan bahasa isyarat tersebut untuk berkomunikasi dengan orangtuanya bahkan sejak umur 10 bulan. Jika Anda khawatir bahasa isyarat ini akan menghalangi keinginan ia untuk bicara, tenang saja. Dalam hal kemahiran berbicara, anak-anak yang belajar berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat rupanya malah terlihat lebih verbal di usia 2 tahun. Juga ada penelitian yang menyebutkan anak-anak yang belajar bahasa isyarat memiliki IQ lebih tinggi di kemudian hari.

Yang perlu diingat adalah untuk selalu memberikan pujian atau apresiasi pada setiap usaha bayi Anda untuk menggunakan bahasa isyarat. Ini akan membangun kepercayaan dirinya saat kalian belajar bersama. Berlatihlah bahasa isyarat dalam rutinitas sepanjang hari ataupun saat ada kesempatan.

Kuncinya adalah pengulangan dan konsisten. Setelah ia menguasai beberapa bahasa isyarat, perkenalkan lagi bahasa isyarat lainnya, apalagi saat ia terlihat siap dan bersemangat untuk belajar lebih banyak lagi.

Di bawah ini ada beberapa contoh bahasa isyarat yang bisa diaplikasikan sehari-hari:

Makan: dekatkan kelima ujung jari tangan ke mulut berkali-kali

Minum: seakan-akan memegang gelas, dekatkan tangan ke mulut berkali-kali

Lagi/ tambah: satukan kelima ujung jari kanan dengan kelima ujung jari kiri berkali-kali

Selesai: katupkan tangan (seperti posisi tepuk tangan), kemudian secara cepat pisahkan kedua tangan sehingga telapak tangan menghadap ke bawah

Tolong bantu: kepalkan tangan kanan taruh di telapak tangan kiri yang terbuka berkali-kali

Please: usap tangan membentuk lingkaran di dada

Terima kasih: tempelkan tangan kanan di dagu, kemudian julurkan tangan tersebut ke arah depan dengan telapak tangan menghadap atas

Buku: satukan tangan dengan telapak tangan menghadap ke atas

Buka: katupkan tangan (seperti posisi tepuk tangan), kemudian secara cepat buka telapak tangan dengan bagian kelingking tetap menyatu

Takut: tepuk dada berkali-kali

Panas: julurkan tangan dan tarik secara cepat

Dimana? : angkat bahu, sambil tangan dibuka ke atas di samping badan

Mobil: posisi seakan-akan sedang menyetir

I love you: kepalkan kedua tangan kemudian silangkan di dada sambil memutar tubuh ke kiri dan ke kanan

Selamat mencoba dan nikmati gaya komunikasi baru yang mudah dan menyenangkan dengan bayi Anda!

(@nurjamila)

Artikel Terkait:

  1. Bayi Kedinginan
  2. Agar Anak Gemar Membaca
  3. Payudara Bengkak dan Tersumbat
  4. Bayi Panas dan Mencret
  5. Mainan yang Tepat Untuk Bayi Umur 1-12 Bulan


One comment
Leave a comment »

  1. Di usia 7-8 bulan, sangat baik untuk mulai meningkatkan minat komunikasi anak dengan menggunakan bahasa isyarat bayi yang khusus diciptakan untuk bayi mendengar. Dengan metode ini anak diberikan dua pilihan untuk berkomunikasi: dengan kata-kata atau gerakan (isyarat). Karena anak belum menguasai otot, syaraf dan ‘ilmu’ yang dibutuhkan untuk berbicara tapi sudah menguasai kemampuan motorik sederhana, maka isyarat menjadi pilihan utama. Dengan berisyarat, anak dapat menyampaikan apa yang dipikirkan dan dibutuhkan mereka tanpa harus menangis. Hal ini membuat mereka merasakan keuntungan dalam berkomunikasi sehingga mereka bersemangat untuk lebih cepat berbicara. Bahkan anak yang menggunakan bahasa isyarat lebih cepat berbicara daripada yang tidak!

    Sekarang sudah ada program bahasa isyarat bayi yang menyediakan kelas-kelas untuk mengajar orangtua step by step dalam mempraktekkan bahasa isyarat bayi, dengan materi orisinil dari para penemunya di Amerika. Baby Signs Indonesia adalah perwakilan resmi dari Baby Signs Institute yang didirikan oleh Linda Acredolo dan Susan Goodwyn. Kunjungi http://www.babysignsindonesia.com untuk keterangan lebih lanjut, atau search Baby Signs Indonesia di facebook.

Leave Comment