Tumbuh Gigi di Usia 9 Bulan

Dec 8th, 2010 | By ndoys | Category: Ibu dan Anak, Newest Post

Memasuki usia sembilan bulan gigi anak saya, Haira, belum juga tumbuh. Saya agak khawatir dan merasa bersalah karena atas saran dokter selama ini saya diet susu sapi (mengandung kalsium tinggi). Memang sejak bayi Haira alergi susu sapi, dalam arti jika saya mengkonsumsi susu sapi, maka ASI yang dia minum menyebabkan mukanya penuh jerawat.

Baru setelah Haira berumur enam bulan, saya mulai mengkonsumsi lagi produk yang mengandung susu dan meskipun alerginya masih ada, tetapi tidak parah. Saya juga memutuskan untuk mengkonsumsi suplemen kalsium untuk menambah asupan kalsium yang dibutuhkan untuk pertumbuhan gigi.

Akhirnya di umur sembilan bulan lebih gusi bawahnya (bukan yang di tengah, melainkan di sebelah kanannya) mulai terlihat agak bengkak dan putih. Dan sekitar satu minggu kemudian, muncullah si gigi pertama, yang kami rayakan dengan berfoto! Pada kebanyakan bayi biasanya gigi pertama yang muncul adalah dua gigi seri yang di tengah bawah dulu, kemudian dua gigi seri yang di tengah atas, lalu muncullah yang disamping-sampingnya. Tetapi ternyata Haira tidak seperti bayi kebanyakan!

Alhamdulillah Haira bisa melewati masa kemunculan gigi tanpa keluhan yang berarti. Tidak ada demam ataupun rewel. Ia hanya ngeces alias keluar air liur yang menyebabkannya mengalami facial rash di sekitar dagu.

Sementara kebanyakan bayi mengalami ketidaknyamanan yang sangat dan harus berjuang dengan susah payah melewati pertumbuhan giginya. Gejala yang biasa dialami bayi ketika tumbuh gigi adalah: keluar air liur sehingga menyebabkan facial rash, gusi bengkak dan sensitif, rungsing dan lekas marah, suka menggigit, menolak makanan, dan susah tidur. Sementara ada juga yang mengalami diare, demam, sembelit, rash pada tubuh dan muntah, meskipun gejala tersebut masih dalam perdebatan apakah itu disebabkan oleh kemunculan gigi. Sebaiknya cek saja ke dokter jika gelaja tersebut muncul.

Berdasarkan informasi yang didapat dari babycenter.com, pembentukan fondasi gigi bayi dimulai ketika ia masih dalam rahim. Mayoritas bayi muncul gigi pertama di umur 4 – 7 bulan. Tetapi sampai umur 1 tahun baru muncul pun tak apa. Gigi susu terakhir, yaitu gigi geraham akan muncul di umur 2 tahun, dan biasanya pada umur 3 tahun semua 20 gigi susu sudah lengkap. Gigi susu tidak akan tanggal sebelum gigi dewasa sudah siap tumbuh, biasanya mulai sekitar umur 6 tahun.

Perlu dicatat bahwa bayi yang lahir prematur biasanya memang agak telat beberapa bulan pertumbuhan giginya. Tetapi jika belum ada gigi yang muncul sampai usia 12 bulan, maka hal ini harus disampaikan pada dokter anak. Walaupun sebenarnya semua akan ada pada waktunya karena SETIAP ANAK ADALAH INDIVIDU YANG UNIK DAN BERBEDA SATU SAMA LAIN.

Tidak ada yang bisa ibu lakukan untuk membuat gigi bayi muncul, tetapi kita bisa melakukan hal yang membuatnya nyaman ketika melaluinya. Misalnya dengan memberikan sesuatu untuk dikunyah bayi, yaitu mainan gigit, atau kain yang dibasahi dengan air dingin atau dimasukkan ke kulkas. Atau bisa juga kita berikan makanan yang dingin seperti jus buah, untuk meredakan ketidaknyamanan di mulutnya. Bisa juga dengan melakukan pijitan pada gusi bayi, supaya tekanan jari kita pada gusinya meredakan tekanan si gigi yang mendesak keluar (tentunya sebelum melakukan pijitan, tangan kita harus dicuci bersih). Namun jika hal-hal di atas tidak membuat kondisinya lebih nyaman juga, barulah kita boleh minta obat ke dokter untuk mengurangi sakit dan radangnya.

Jika gigi sudah muncul, sudah menjadi tanggung jawab kita untuk membuatnya tetap bersih. Untuk tahun pertama menyikat gigi tidak begitu perlu, tetapi yang harus dilakukan adalah membersihkan gusi dan giginya minimal sehari dua kali. Saya sendiri menggunakan sikat yang khusus untuk gigi, gusi, lidah dari Pigeon. Bulu sikatnya terbuat dari karet halus sekali, dan Haira dengan senang hati membuka mulutnya!

Untuk menjaga kebersihan gigi, sebenarnya tidak baik membiarkan anak tidur sambil menyusui atau minum susu dari botol, karena kandungan gulanya akan menempel pada gigi sepanjang malam dan menyebabkan kerusakan gigi. Tetapi keponakanku meskipun tidur tetap menyusu atau sambil minum susu botol, ASALKAN GIGINYA DISIKAT BERSIH SEBELUM TIDUR, terbukti tidak akan menyebabkan gigi rusak. Selain itu ada lagi cara yang lebih efektif, yaitu merubah kebiasaan minum susu dari payudara/ botol menjadi gelas, bisa mulai dicoba sekitar ulang tahun pertamanya, dimana seharusnya ia sudah menguasai kemampuan untuk minum dari gelas.

Di umur satu setengah tahun waktunya anak untuk belajar menyikat gigi sendiri, meskipun tetap saja harus dibantu oleh kita. Gunakan sikat gigi yang halus khusus anak kecil, dan boleh tambahkan pasta gigi anak sedikit saja.

Cara menyikat gigi anak tidak ada aturan khusus, asalkan partikel makanan tersapu bersih pun sudah cukup. Lebih baik lagi menyikat gigi segera setelah ia memakan makanan yang mengandung gula. Demikian informasi yang aku dapat seputar gigi bayi.

Tidak sabar menunggu gigi-gigi Haira berikutnya tumbuh!

Artikel Terkait:

  1. Makanan Bayi 9 Bulan
  2. Mencegah Kerusakan Gigi Bayi
  3. Bayi Rewel Kalau Ditinggal
  4. Cara Mudah Membuat Bubur Untuk Bayi 6 Bulan
  5. Merubah Kebiasaan Bayi Tidur Digendong


Leave Comment