Makanan Bayi 9 Bulan

Nov 24th, 2010 | By ndoys | Category: Ibu dan Anak, Newest Post

Umur sembilan bulan anakku dibawa ke dokter untuk imunisasi campak. Setelah ditimbang ternyata kenaikan berat badannya tidak optimal.

Seharusnya kenaikan berat badan yang optimal adalah sbb:
0-3 bulan minimal 800 gram per bulan
3-6 bulan minimal 600 gram per bulan
6-9 bulan minimal 500 gram per bulan
9-12 bulan minimal 400 gram per bulan
1-3 tahun minimal 200 gram per bulan

Memang dibandingkan ketika ASI eksklusif, terasa produksi ASI ku berkurang. Kata dokter itu hal yang wajar karena memang kebutuhan ASI lama-lama berkurang dan makanan pendamping ASI lanjutan yang lebih berperan dalam pertumbuhan anak. Dokter tidak menyarankan penambahan susu formula, melainkan supaya takaran makannya ditambah.

Selain itu karena ia sudah berumur 9 bulan maka menu makanannya sudah berubah bukan bubur saring atau blender lagi, tetapi menjadi MAKANAN TIM, yaitu makanan yang bertekstur padat mendekati kepadatan makanan orang dewasa, tetapi tetap empuk. Dokter bilang makanan tim baik untuk melatih anak mengunyah menggunakan daerah geraham, MESKI BELUM ADA GIGI YANG TUMBUH. Namun perlu diperhatikan jangan sampai ada potongan makanan besar yang dapat menyebabkan tersedak.

Selain itu memang pemberian makanan pada bayi harus sesuai dengan perkembangan kemampuan organ pencernaan dan keterampilan makan bayi.

Jadi secara gradual jadwal makan bayi harus diubah. Dalam satu hari, bubur susu menjadi satu kali, bubur saring/ blender satu kali, makanan tim satu kali. Kemudian bubur susu hilang sama sekali, atau bisa sebagai pengganti biskuit. Kemudian bubur saring/ blender pun hilang.

Jadi jadwal makan yang baik untuk anak usia 9 bulan lebih adalah:
07.00: Makanan tim
10.00: Buah
12.00: Makanan tim
15.00: Bubur susu/ biscuit
18.00: Makanan tim
ASI tetap diberikan semau bayi.

Bahan makanan yang bisa digunakan untuk membuat makanan tim:

Karbohidrat: beras, jagung, oat, mie, macaroni, bihun, ubi kayu.

Protein nabati: kacang merah, kacang kedelai, kacang hijau, kacang tolo, kacang polong, tempe, tahu.

Protein hewani: daging ayam, daging sapi, daging kambing, daging itik, hati ayam, hati sapi (ikan dan telur disarankan oleh dokter diberikan setelah umur satu tahun).

Sayuran: wortel, labu, bayam hijau dan merah, kangkung, brokoli, kembang kol, kol putih dan merah, kentang, bit, timun, tomat, buncis muda, sawi, daun katuk, asparagus, kapri muda, oyong, kacang panjang.

Bumbu yang aman dikonsumsi bayi: salam, bawang merah, bawang putih, bawang daun, seledri, kayu manis, sereh, daun jeruk.

Caranya bisa direbus, dikukus, atau dipanggang.

Sedangkan untuk Buah-buahan: jeruk manis, daging jambu biji, pepaya, pir manis, melon, semangka, apel, alpukat, anggur, belimbing manis, mangga, pisang.

Saya sekarang sedang bereksperimen membuat makanan tim. Jika berhasil dan anakku suka, akan saya share di sini.

Artikel Terkait:

  1. Payudara Bengkak dan Tersumbat
  2. Bayi Panas dan Mencret
  3. Dehidrasi pada Bayi
  4. Mencegah Kerusakan Gigi Bayi
  5. Mainan yang Tepat Untuk Bayi Umur 1-12 Bulan


Leave Comment