Dehidrasi pada Bayi

Oct 1st, 2010 | By ndoys | Category: Ibu dan Anak, Newest Post

Dehidrasi pada bayi terjadi ketika bayi tidak mendapatkan cairan yang cukup untuk kebutuhan tubuhnya, biasanya terjadi jika muntah-muntah, diare, panas tinggi atau mengeluarkan keringat yang banyak. Dehidrasi bisa ringan dan mudah diatasi, bisa juga parah dan membahayakan jiwa.

Ini adalah tanda-tanda dehidrasi pada bayi:

  • Lebih dari 6 jam tidak pipis
  • Pipisnya berwarna lebih gelap dari biasanya dan baunya lebih kuat
  • Lemah dan lesu
  • Mulut dan bibir kering atau pecah-pecah
  • Tidak keluar air mata ketika menangis

Gejala lainnya jika dehidrasi sudah tahap lebih serius:

  • Jika kulit dicubit tidak segera kembali ke bentuk semula
  • Mata cekung
  • Tangan dan kaki terasa dingin dan terlihat kemerahan
  • Rewel dan mengantuk berlebihan
  • Ubun-ubun cekung

Jika dehidrasi tahap serius terjadi, segera bawa ke UGD untuk diberikan infus. Atau bisa konsul ke dokter anak untuk dicek keadaannya. Untuk dehidrasi ringan biasanya dokter akan menyarankan anak diberikan cairan elektrolit yang bisa didapat dengan mudah di apotik. Selain itu jangan berhenti menyusui ASI atau memberikan susu botol.

Mencegah Dehidrasi

Pencegahan dehidrasi harus dilakukan terutama ketika bayi sedang sakit atau hari sangat panas; caranya dengan memberikan cairan yang banyak kepada bayi. Jika umur bayi sudah lebih dari empat bulan, berikan juga banyak air putih. Juga ketika memberikan jus buah pada bayi, campurlah dengan air supaya cairannya lebih banyak.

Perlu lebih diperhatikan pencegahan dehidrasi pada kondisi berikut ini:

Demam: berikan banyak cairan jika bayi anda demam. Jika ia terlihat kesulitan dalam menelan, berikan obat anti nyeri atas petunjuk dokter.

Kepanasan: terlalu banyak aktivitas di hari yang panas, atau duduk diam dalam waktu lama di ruang yang panas dan penuh sesak bisa menyebabkan berkeringat deras dan kehilangan cairan. Berikan cairan lebih banyak dari biasanya dalam kondisi seperti ini.

Diare: jika bayi sedang menderita infeksi saluran pencernaan atau flu perut, ia akan kehilangan cairan melalui diare dan muntah-muntah. Jangan berikan jus buah karena akan memperparah sakitnya. Jangan juga sembarangan memberikan obat anti diare tanpa petunjuk dokter. Yang perlu dilakukan adalah memberikan ASI atau susu botol lebih banyak dari biasanya, juga tambahan air putih untuk bayi di atas empat bulan. Jika bayi sudah terlihat mulai dehidrasi segera berikan cairan elektrolit.

Muntah-muntah: infeksi pencernaan atau virus dapat menyebabkan muntah-muntah. Berikan cairan elektrolit sedikit-sedikit tapi sering, yaitu dua sendok teh setiap lima menit. Jika bayi bisa bertahan tidak muntah selama satu jam, mulai berikan cairan elektrolit empat sendok teh 15 menit sekali.

Menolak minum: radang tenggorokan, sakit di tangan, kaki, mulut bisa sangat menyakitkan dan membuat bayi tidak mau minum. Konsultasi pada dokter untuk memberikan obat anti nyeri, kemudian tawari ASI atau susu botol dan air putih, sedikit-sedikit tapi sering.

*dirangkum dari berbagai sumber

Artikel Terkait:

  1. Jadwal Makan Bayi Umur 6 Bulan
  2. Cara Mudah Membuat Bubur Untuk Bayi 6 Bulan
  3. Mainan yang Tepat Untuk Bayi Umur 1-12 Bulan
  4. Waktu Tidur Bayi
  5. Jerawat Bayi


One comment
Leave a comment »

  1. [...] sakit itu biasa, ibu tidak perlu khawatir. Tetapi hati-hati jangan sampai kurang minum sehingga dehidrasi, oleh karena itu usahakan bayi terus minum air [...]

Leave Comment