Bayi Rewel Kalau Ditinggal

Sep 2nd, 2010 | By ndoys | Category: Ibu dan Anak, Newest Post

nempelMulai umur 6 bulan, bayiku mulai rewel kalau tidak berada dekat aku. Kalau aku lagi menemaninya beraktivitas kemudian aku ada urusan lain sehingga mau tidak mau diambil alih oleh pengasuhnya, dia protes dan menangis. Kalau aku tidak ada, dia anteng saja asik main dan ketawa-ketawa dengan orang lain; Tapi begitu lihat atau mendengar suaraku, dia langsung nangis ingin pindah ke pelukanku. Lebih lagi, kalau aku lagi menyetir dan dia di carseat belakang, dia seringkali nangis keras ingin pindah ke pangkuanku, padahal jaraknya within reach! Ini yang seringkali membuatku frustasi, aku berada di dekatnya, tetapi tidak bisa menenangkannya karena dekat saja tidak cukup, dia ingin dipeluk!

Akhirnya aku menemukan istilah separation anxiety dan cara mengatasinya di babycenter.com. Ternyata semua bayi memang akan mengalaminya dalam level yang berbeda. Jika dilihat dari sisi evolusi, ini hal yang masuk akal, seorang bayi yang tidak berdaya secara alami akan merasa cemas jika berpisah dari seseorang yang biasa melindungi dan mengurusnya.

Bagaimana kita harus bersikap? Haruskah kita frustasi atau kesal? Sebenarnya separation anxiety adalah suatu fase yang akan berakhir. Oleh karena itu adalah bijak jika kita menyikapinya dengan sikap bersyukur, bahwa bayi kita menganggap ibunya adalah yang paling istimewa!

Untuk mengatasi separation anxiety ini ada beberapa pilihan. Cara pertama adalah meminimalisir perpisahan, dan selalu membawa bayi kemana-mana jika ia mulai terlihat gelisah, intinya kita hanya menunggu saja sampai bayi melewati fase ini. Tetapi jika tidak memungkinkan, yang bisa kita lakukan adalah meninggalkannya dengan seseorang yang memang sudah dikenal dengan baik olehnya, bisa keluarga ataupun pengasuh lama. Bayi pastinya akan tetap protes, tetapi jika dikelilingi oleh muka yang familiar, ia akan lebih cepat beradaptasi dengan kegelisahannya. Namun jika terpaksa meninggalkannya dengan orang baru, sebaiknya kita berikan kesempatan kepada bayi kita untuk mengenal baik si pengasuh sambil ditemani oleh kita.

Tips meminimalisir separation anxiety dan secara gradual membuat bayi kita terbiasa:

Buat kenyamanan bagi bayi. Ajak keluarga atau pengasuh bayi untuk bermain dengan bayi minimal setengah jam dahulu sebelum kita meninggalkan mereka.

Selalu berpamitan. Sebelum pergi kita harus selalu berpamitan dengan mencium dan memeluk bayi sambil mengatakan kemana dan kapan kita akan kembali. Tapi pamitan haruslah simpel, natural dan tidak usah terlalu lama atau didramatisir, supaya bayi mendapat pemahaman bahwa kepergian kita bukanlah suatu hal yang besar dan perlu dicemaskan. Namun jika kita tidak berpamitan sama sekali, ketika bayi tiba-tiba menyadari kalau kita sudah menghilang, ia akan lebih frustasi.

Sabar. Bayi sangat sensitif terhadap perasaan kita, maka tunjukkan kehangatan dan antusiasme kita terhadap pengasuh yang sudah kita pilihkan untuk bayi kita. Suatu saat, coba tanyakan pada pengasuh, berapa lama bayi menangis ketika ditinggal; bisa jadi tidak sampai satu menit. Selain itu, kita jangan menangis atau terlihat kesal di depan bayi jika ia mulai gelisah atau menangis. Pada akhirnya kita akan melalui fase ini. Dan menurut pengakuan banyak ibu, mereka merasa kehilangan fase saat anak maunya nempel terus.

Jangan kembali. Kalau kita sudah memutuskan untuk pergi, pergilah. Jangan kembali berulang kali untuk menenangkan bayi, karena itu akan membuat situasi menjadi lebih berat bagi kita, bayi kita, maupun pengasuh.

Bertahap. Pertama pergilah hanya 15 menit saja. Berikutnya 30 menit, 1 jam, dan seterusnya.

Namun jika bayi sepertinya terlihat sangat sangat frustasi dan menangis tidak wajar, maka coba evaluasi ulang pengasuhnya, kemungkinan bayi kita tidak terlalu cocok dengan pengasuhnya yang sekarang.

Artikel Terkait:

  1. Jadwal Makan Bayi Umur 6 Bulan
  2. Cara Mudah Membuat Bubur Untuk Bayi 6 Bulan
  3. Mainan yang Tepat Untuk Bayi Umur 1-12 Bulan
  4. Merubah Kebiasaan Bayi Tidur Digendong
  5. Jerawat Bayi


One comment
Leave a comment »

  1. [...] sejak usia 6 bulan, dia jadi over dependent sama aku. Meskipun sebenarnya ia hanya menangis sebentar saja sih saat aku meninggalkannya, tak berapa lama [...]

Leave Comment