Mainan yang Tepat Untuk Bayi Umur 1-12 Bulan

Aug 5th, 2010 | By ndoys | Category: Ibu dan Anak, Newest Post

spoonSaat untuk bermain bagi si kecil, banyak orang tua yang bingung mainan apa yang sebaiknya diberikan pada bayi. Sebenarnya mudah saja, yaitu hanya dengan MELIHAT BAYI KITA SENDIRI. Sesungguhnya patokan yang tepat untuk menentukan jenis mainan bayi bukanlah umur bayi, tetapi tumbuh kembang bayi – atau apa yang dapat dilakukan oleh bayi saat itu. Karena bayi adalah seorang individu yang berbeda-beda dan milestone tumbuh kembangnya terjadi pada umur yang berbeda-beda antara satu bayi dengan bayi lainnya.

Jika bayi diberikan mainan dimana masa perkembangannya telah melewati jenis mainan tersebut dan kemahirannya sudah lebih baik, maka mainan itu tidak menarik baginya dan tidaklah cocok untuk diberikan padanya. Juga jika kita memberikan mainan yang belum waktunya ia kuasai, maka bayi terlihat pasif dan atau seperti yang tidak menyukai mainan tersebut. Orang tua pun cenderung melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan, yaitu memainkan mainan tersebut untuk bayi. Atau bisa jadi malah  frustasi, “Kenapa bayi saya tidak bisa memainkan mainan ini, ya?” “Kenapa ia tidak menyukainya?” padahal simpel saja, ia belum bisa memainkannya.

Peran orang tua adalah menghadirkan tugas fisik dan mental yang dapat dikerjakan dan dinikmati SENDIRI oleh bayi. Ketika bayi sedang “mengoprek” mainannya, sebagai orang tua sebaiknya kita hanya mengamati dan bukannya ikut bermain.

Milestone 1: bayi lebih banyak melihat dan mendengarkan
Pada tahap perkembangan bayi baru lahir, sekitar enam sampai delapan minggu, mainan yang tepat adalah gambar bergaris hitam-putih. Ia senang memandanginya. Ini akan memberikan titik fokus pada mata bayi anda, dan sangat penting karena penglihatannya masih buram dan dua dimensi. Selain itu, mainan ini sangat mudah didapat, anda hanya membutuhkan kertas dan spidol.

Pada tahap ini, jangan memberikan mainan yang terlalu heboh. Bayi baru lahir sudah cukup “kaget” dengan dunia barunya sejak dia “ditarik” dari kenyamanan rahim ibunya. Sebisa mungkin berikan ketenangan yang menyerupai rahim ibu. Di dalam boxnya sediakan maksimal dua mainan saja. Ganti mainan tersebut jika bayi sudah tidak memandanginya.

Note: warna primer (merah, hijau, biru, kuning) akan merangsang bayi, sedangkan warna-warna pastel akan menenangkannya. Jadi, jika waktunya istirahat, singkirkan mainan dengan warna-warna primer supaya bayi menjadi tenang.

Milestone 2: bayi mulai menoleh
Biasanya di bulan kedua bayi sudah bisa memalingkan kepalanya dari satu sisi ke sisi lainnya atau bahkan menengadah. Beli mainan gantung yang dipasang dengan jepit, sehingga bisa dipindah-pindah. Jaraknya jangan lebih dari 35 cm.

Sekarang gambar-gambar wajah lah yang akan menarik hati bayi anda. Gambarlah muka sederhana, atau pasang cermin di tempat tidurnya; ketika ia tersenyum, cermin itu akan tersenyum kembali padanya.

Waspadai jika ia mulai terlihat lelah dan berhenti memandangi mainannya. Segera singkirkan mainan dan tenangkan sebelum bayi mengamuk karena terlalu banyak rangsangan.

Milestone 3: bayi mulai meraih dan menggenggam
Sekitar usia tiga sampai empat bulan, bayi mulai meraih dan menggenggam dan semua dimasukkan ke dalam mulutnya. Mainan kesukaannya adalah orang tuanya! Sering-seringlah mengajaknya ngobrol, bernyanyi untuknya, membuat wajah dengan berbagai ekspresi. Selain itu, kita juga bisa memberikannya mainan yang sederhana dan responsif, misalnya mainan yang berbunyi jika diguncang atau yang enak untuk disentuh dan dimasukkan ke mulut. Bayi senang menjelajah dan sangat gembira jika apa yang ia lakukan dapat menimbulkan reaksi, matanya akan berbinar!

Milestone 4: bayi dapat berguling
Biasanya terjadi di akhir bulan ketiga sampai bulan kelima, dan merupakan awal mobilitas bayi; kegembiraannya akan berlanjut. Bayi tetap menyukai mainan yang mengeluarkan suara dan enak digigit-gigit, tapi kita juga bisa memberikan alat rumah tangga yang aman seperti sendok, mangkuk, piring, gelas plastik. Mainan sederhana ini akan menjadi sumber kegembiraan yang tidak ada habisnya. Biarkan ia memasukkannya dalam mulut karena dengan cara itu ia mempelajari dan merasakan perbedaannya.

Milestone 5: bayi duduk tegak
Sebelum usia enam bulan biasanya bagian kepala bayi akan lebih berat sehingga tidak memungkinkan ia untuk duduk tegak. Sekitar usia enam bulan biasanya bayi sudah dapat duduk tegak, dan dunia yang dilihatnya jauh berbeda dibandingkan dalam posisi berbaring. Seharusnya bayi sudah bisa memindahkan barang dari tangan satu ke tangan yang lain. Mainan yang cocok untuk bayi yang sudah bisa duduk tegak adalah mainan sederhana yang mendorong adanya tindakan, seperti mainan yang muncul sesuatu kalau dipencet, karena bayi senang melihat apa yang diciptakan olehnya.

Rasa ingin tahunya mendorong untuk bergerak ke arah benda-benda, tetapi fisiknya belum menunjang. BIARKAN IA MENJELAJAH SENDIRI. Jangan langsung memberikan mainan yang dikejar bayi. Biarkan ia berusaha menjangkau walaupun akhirnya jatuh terjerembap karena bagian kepalanya masih lebih berat. Sebagai orang tua sebaiknya kita berikan dukungan dulu, “Ayo bagus, kamu hampir sampai!” yang akan menimbulkan rasa percaya diri pada bayi. Baru pada akhirnya kalau bayi anda memang membutuhkan pertolongan, kita bisa berikan mainannya.

Milestone 6: bayi bisa berpindah-pindah
Biasanya di bulan ke delapan sampai sepuluh bayi mulai merangkak, saatnya kita membuat rumah aman bagi bayi supaya banyak kesempatan baginya untuk menjelajah dunia. Bayi pada tahap ini mulai punya keinginan dan tujuan, dan akan sangat sibuk bergerak kesana-kemari. Ia tidak mau duduk diam, meskipun sebenarnya ia masih senang dipeluk, hanya saja setelah ia mengeluarkan energi banyak untuk menjelajah.

Mainan terbaik untuknya adalah mainan yang mendorongnya untuk mengeluarkan dan memasukkan benda-benda. Bayi akan mahir mengeluarkan benda-benda dulu sebelum pada akhirnya akan mahir memasukkannya juga.

Bayi juga senang mainan beroda, yang bisa ditarik ke arahnya. Permainan cilukba juga mulai disukai. Orangtua bisa kreatif memakai peralatan rumah tangga seperti ayakan untuk cilukba, atau piring, sendok, panci untuk diketok-ketok oleh bayi.

“SEJAUH IA AMAN, DIDUKUNG, DAN DICINTAI, IA AKAN TUMBUH MENJADI MAKHLUK KECIL YANG MENAKJUBKAN DAN UNIK.”

Sumber: “Secrets of the Baby Whisperer” oleh Tracy Hogg

Artikel Terkait:

  1. Merubah Kebiasaan Bayi Tidur Digendong
  2. Waktu Tidur Bayi
  3. Jerawat Bayi
  4. Cara Memandikan Bayi
  5. Perawatan Ari-ari Atau Tali Pusat Bayi

Leave Comment