Waktu Tidur Bayi

May 11th, 2010 | By ndoys | Category: Ibu dan Anak, Newest Post

sleeping-haira
Banyak ibu mengalami kelelahan karena bayi rewel dan susah tidur di malam hari. Padahal dengan cara yang tepat waktu tidur bayi sebenarnya bisa diatur oleh orang tua. Bayi lahir ke dunia ini tanpa pengetahuan seperti apa dunia ini, oleh karena itu akan lebih mudah bagi bayi untuk menyesuaikan diri dengan cara kita, dibandingkan kita yang menyesuaikan diri dengan bayi.

Berdasarkan pengalamanku, ketika bayi baru lahir, ia akan sangat membutuhkan tidur. Dari lahir sampai umur satu setengah bulan bayi akan tidur terus kecuali saat minum susu yang jadwalnya dua jam sekali. Kalau dihitung-hitung total waktu tidur bisa sampai 23 jam sehari. Dan mau tidak mau kita harus menyesuaikan dengan itu. Ketika bayi umur satu setengah bulan sampai dua setengah bulan merupakan waktu yang sangat melelahkan, karena ia akan tidur terus di siang hari, namun ketika malam rewel dan tidur pun harus digendong. Sebaiknya manfaatkan waktu bayi tidur siang, kita juga ikut tidur, supaya malam hari punya tenaga untuk mengatasi rewel bayi.

Mulai dua setengah bulan, baru bisa kita atur jadwal tidur bayi. Siang hari dia masih butuh tidur, tetapi diselingi dua sampai tiga kali waktu main (sekitar 1-2 jam sekali main). Jika dia menangis setelah ganti popok, minum susu dan main, artinya dia mengantuk. Yang dimaksud main disini adalah ditemani sambil diajak ngobrol, atau memperhatikan mainan gantung berputar. Pada malam hari bayi akan tidur tetapi tetap bangun untuk minum susu. Saran dari dokter spesialis anak, sebaiknya bayi banyak disusui sampai jam 12 malam, kemudian setelah itu biarkan dia beristirahat dan tidur sampai pagi.

Dibawah ini beberapa tips praktis untuk menciptakan jadwal tidur bayi:

  • Tidurkan bayi pada jam yang kurang lebih sama setiap malam (misalnya saya menentukan jadwal tidur malam bayi adalah jam 8-9 malam, kemudian jam 12 menyusui dan tidur kembali). Kebiasaan rutin ini merupakan hal yang baik buat bayi dan buat orang tua juga (kita akan memiliki banyak waktu bebas setelah bayi tidur). Rutinitas ini bisa dimulai sejak bayi umur 2,5 bulan.
  • Dalam jadwal bayi tidur, bayi jangan dibangunkan hanya untuk digendong dan dikagumi orang, biarkan saja orang mengagumi bayi kita yang sedang tidur.
  • Bayi harus bisa membedakan tidur dan tidak tidur. Ketika dia tidak tidur artinya dia mengobrol, bermain, dan ditemani. Sedangkan tidur berarti tidur. Jadi ketika bayi sedang makan (kalau bayi sudah berumur di atas 6 bulan), jangan sampai tertidur. Pengecualian kalau tidur malam, saya sering menidurkannya dengan cara disusui (ASI).
  • Ruangan tidur bayi harus tenang dan nyaman (kita bisa menentukannya dengan mengacu pada diri kita sendiri apakah kepanasan atau kedinginan). Redupkan lampu supaya dia tahu ini saatnya tidur malam. Jangan biarkan bayi tidur malam hari di ruang tengah atau ruang tamu dengan suara TV yang kencang. Kalau kita menidurkan bayi dengan diayun atau digendong, segera baringkan bayi di tempat tidur ketika dia hampir tertidur dan ditepuk-tepuk lembut supaya tidurnya semakin lelap. Sehingga waktu ia terbangun tengah malam, ia akan dengan mudah tidur kembali karena suasana tidur yang sudah dikenalnya.
  • Setelah bayi tidur, buka sedikit pintu kamar supaya bayi terbiasa mendengar bunyi-bunyi di rumah dan tidak merasa sendirian.
  • Jika bayi terbangun atau menangis saat masih jadwalnya tidur, segera berikan tepukan-tepukan lembut pada tubuhnya, tapi jangan langsung digendong. Karena jika langsung digendong, bayi akan “manja” dan mengasosiasikan menangis dengan digendong. Kalau tidak berhasil dan bayi menangis lebih keras, baru gendonglah ia.
  • Berikan sesuatu untuk digunakan pada waktu tidur supaya diasosiasikan dengan tidur. Sebaiknya barang atau kondisi yang diberi dapat digantikan, dimana ia tetap bisa tidur jika barang tersebut diganti. Misalnya selimut, popok yang tipis, lampu yang redup, dll.
  • Jadi penting untuk menciptakan jadwal tidur yang rutin, dan membaringkan bayi ditempat tidur ketika hampir tertidur, ditemani barang tertentu. Sehingga ia akan mengasosiasikan tidur dengan tempat tidur, di kamar tersebut, dengan barang tersebut dan belajar untuk tidur sendiri. Dan jika ia terbangun tengah malam, segala yang ia asosiasikan dengan tidur ada dengannya dan ia akan tidur kembali. Bayi bisa istirahat, orang tua pun juga.

    Artikel Terkait:

    1. Jerawat Bayi
    2. Noda Kuning Pada Popok
    3. Puting Lecet
    4. Setelah Operasi Caesar
    5. Pengalaman Operasi Caesar

    2 comments
    Leave a comment »

    1. maaf, saya mau nanya.. jadi sebaiknya bayi umur 6 bulan minum susu ketika malam hari berapa kali ya?

    2. Halo ibu Sely, kalau anak saya terbangun malam bisa 2-3 kali dan langsung saya beri ASI agar tidur kembali. Bagaimana dengan anak ibu? Masih sering terbangun malam kah? :)

    Leave Comment