Setelah Operasi Caesar

Mar 18th, 2010 | By ndoys | Category: Ibu dan Anak

Jam 10 malam aku menjalani operasi caesar. Setengah jam kemudian aku sudah dipindahkan ke kamar rawat inap.
Untuk para ibu yang berencana memberikan ASI eksklusif, RSIA Hermina memberikan fasilitas rooming in, yang berarti bayi Anda tinggal terus di kamar beserta ibunya. Sehingga ketika bayi meminta ASI, ibu tinggal mengangkatnya dari box di sebelah tempat tidur. Bayi hanya dipindahkan ke ruang bayi untuk dimandikan, dijemur dan diobservasi (ditimbang berat badannya).

Pagi harinya aku belum boleh turun dari tempat tidur. Kateter juga masih terpasang, sehingga bisa terlihat bahwa air seniku agak keruh. Suster bilang aku harus banyak minum. Alhamdulillah keesokan harinya air seniku sudah normal kembali.

Hari kedua, efek anastesi sudah hilang, aku bisa merasakan kembali bagian bawah badanku. Pagi-pagi dr. Wiryawan Permadi, SpOG-K memeriksa perban dan plesterku. Kateter aku sudah dilepas dan aku harus latihan berdiri, berjalan, dan mandi. Ternyata plesternya tahan air, hanya saja tidak boleh digosok dengan sabun atau sengaja disiram air hangat.

Seperti yang telah aku ceritakan sebelumnya, ASI ku belum keluar, dan hari-hari awal di RS menjadi hari yang menyakitkan karena putingku lecet, juga menjadi hari yang melelahkan karena baby Haira menangis terus. Aku dan suami akhirnya memutuskan untuk memberikan susu formula di malam hari ketiga terutama karena kami tidak tega mendengarkan tangisan baby Haira yang lapar. Alhamdulillah keesokan harinya ASI ku sudah lancar.

Luka bekas jahitan operasi tidak begitu sakit. Hanya sedikit terasa jika aku batuk atau bangkit dari tempat tidur.  dr. Wiryawan memberikan resep obat batuk SILEX untuk diminum 3 kali sehari. Batuk aku kambuh ketika udara dingin. Maka ada baiknya untuk memakai jaket ketika udara terasa dingin. Selain itu ibuku mewanti-wanti untuk sementara tidak menggunakan otot perut dalam beraktivitas.

Beberapa hari kemudian aku merasakan perih yang sangat di daerah jahitan. Ternyata bukan jahitannya yang terasa perih, melainkan akibat plester menutupi rambut kemaluan yang dicukur oleh suster sebelum operasi. Perihnya sangat mengganggu sehingga membuat aku menangis. Rasa perih itu masih akan ada bahkan setelah plester diganti (7 hari setelah operasi) dan dicabut (11 hari setelah operasi).

Hal yang cukup membantu mengatasi rasa perih tersebut adalah dengan cara mengoleskan pelembab pada daerah iritasi. Bahkan daerah bekas plester masih terasa kebal 1 bulan setelah operasi. Dokter menyarankan penggunaan physiogel, dapat dibeli di apotek. Meskipun harganya agak mahal, yaitu 100 ribu rupiah lebih, tetapi hasilnya memang efektif.

Artikel Terkait:

  1. Pengalaman Operasi Caesar
  2. Manfaat Pemijatan Bayi


Leave Comment